Poker online sering dipersepsikan sebagai permainan skill. Karena itu, banyak pemula masuk dengan kepercayaan diri tinggi—merasa cukup paham aturan dasar, ranking kartu, dan beberapa strategi populer. Namun justru di tahap inilah kesalahan fatal paling sering terjadi. Bukan karena kartu buruk, melainkan karena cara berpikir dan kebiasaan bermain yang keliru sejak awal.
Artikel ini membedah kesalahan-kesalahan yang jarang disadari pemula poker online, lengkap dengan penjelasan mengapa kesalahan tersebut berbahaya dan bagaimana menghindarinya agar proses belajar menjadi lebih sehat dan berkelanjutan.
Bermain Terlalu Banyak Hand
Kesalahan klasik pemula adalah terlalu sering ikut pot.
- Alasannya beragam:
- Takut ketinggalan aksi
- Penasaran dengan kartu
- Merasa “sayang” untuk fold
Padahal, poker bukan soal seberapa sering bermain, melainkan seberapa tepat memilih momen.
- Terlalu banyak hand berarti:
- Lebih sering berada di situasi marginal
- Lebih banyak keputusan sulit
- Lebih cepat kehabisan chip
Solusi: pelajari disiplin seleksi hand. Fold bukan tanda lemah—justru tanda pemain berpikir.
Tidak Memahami Posisi Meja
Banyak pemula fokus pada kartu, tapi mengabaikan posisi. Ini fatal.
- Posisi menentukan:
- Informasi yang kamu miliki
- Kontrol pot
- Fleksibilitas keputusan
Bermain kartu yang sama di posisi awal dan akhir memberi hasil yang sangat berbeda.
- Pemula sering:
- Raise di early position dengan hand sedang
- Call di posisi buruk tanpa rencana
Solusi: pahami konsep early, middle, late position. Semakin akhir posisimu, semakin luas opsi strategimu.

Terlalu Percaya “Top Pair”
Top pair terlihat kuat, tapi bukan jaminan menang.
Pemula sering terjebak:
- Menganggap top pair harus dibela sampai akhir
- Tidak membaca board dan range lawan
- Mengabaikan aksi raise besar
Akibatnya, chip habis karena hand sedang diperlakukan seperti monster.
Solusi: evaluasi kekuatan hand relatif terhadap board dan aksi lawan, bukan absolut.
Tidak Punya Rencana Sebelum Masuk Pot
- Banyak pemula masuk pot tanpa rencana:
- Call “lihat flop dulu”
- Raise tanpa tahu respon lanjutan
- Tidak siap menghadapi raise balik
Poker yang baik dimulai sebelum flop.
- Tanpa rencana:
- Keputusan jadi reaktif
- Emosi mudah memimpin
- Kesalahan berantai terjadi
Solusi: sebelum call atau raise, tanyakan:
- “Jika lawan raise, apa rencanaku?”
- “Jika flop tidak cocok, apa tindakanku?”
Bermin Terlalu Pasif (Calling Station)
- Pemula sering takut raise:
- Takut kalah
- Takut all-in
- Takut terlihat agresif
- Akibatnya, mereka menjadi calling station:
- Terlalu sering call
- Jarang mengambil inisiatif
- Membiarkan lawan mengontrol pot
Ini berbahaya karena poker menghargai inisiatif, bukan keraguan.
Solusi: pelajari kapan harus raise untuk value dan kapan fold lebih baik daripada call.
Sebaliknya: Terlalu Agresif Tanpa Alasan
- Di sisi lain, ada pemula yang:
- Terlalu sering bluff
- Over-raise tanpa cerita yang masuk akal
- Memaksakan agresi untuk “menunjukkan skill”
- Agresi tanpa dasar justru:
- Mudah dibaca
- Mahal secara chip
- Mengundang call dari hand lebih kuat
Solusi: agresi harus kontekstual—punya alasan, target, dan cerita yang konsisten.
Mengabaikan Ukuran Stack
- Pemula sering fokus pada kartu dan lupa stack size:
- Raise terlalu besar dengan stack tipis
- Call all-in tanpa perhitungan
- Tidak menyesuaikan strategi short/medium/deep stack
- Padahal ukuran stack menentukan:
- Nilai implied odds
- Risiko keputusan
- Ruang manuver pasca-flop
Solusi: selalu sadar effective stack. Strategi 20BB sangat berbeda dengan 100BB.
Tidak Memperhatikan Pola Lawan
Poker online bukan hanya kartu—lawan adalah variabel utama.
- Pemula sering:
- Bermain “standar” ke semua lawan
- Tidak mencatat kebiasaan lawan
- Mengabaikan timing dan sizing lawan
Padahal, mengenali tipe lawan (tight, loose, agresif, pasif) sangat menentukan keputusan.
- Solusi: perhatikan:
- Seberapa sering lawan raise
- Kapan mereka bluff
- Bagaimana sizing mereka saat kuat
Terlalu Terpaku pada Hasil, Bukan Proses
- Pemula sering menilai permainan dari:
- Menang = benar
- Kalah = salah
Ini menyesatkan.
- Dalam poker:
- Keputusan benar bisa kalah
- Keputusan salah bisa menang
- Jika hanya fokus hasil:
- Pembelajaran terhambat
- Evaluasi jadi bias
- Kesalahan berulang
Solusi: nilai keputusan berdasarkan expected value (EV), bukan hasil satu hand.
Tilt Tanpa Disadari
Tilt tidak selalu berupa marah besar. Tilt bisa halus:
- Main lebih cepat
- Lebih sering call
- Ingin “balas” lawan tertentu
Pemula sering tidak sadar bahwa mereka sudah tilt, dan terus bermain dalam kondisi mental buruk.
Solusi: kenali tanda tilt pribadi. Saat muncul, berhenti adalah keputusan paling profesional.
Bermain Tanpa Manajemen Modal
- Banyak pemula:
- Main di level terlalu tinggi
- Tidak punya batas kalah
- Menganggap bankroll “uang main”
- Ini kesalahan fatal karena:
- Tekanan mental meningkat
- Keputusan jadi defensif atau nekat
- Varians terasa menghukum
Solusi: gunakan bankroll management. Main di level yang membuat keputusan tetap rasional.
Mengikuti Konten Tanpa Memahami Konteks
- Pemula sering meniru:
- Gaya streamer
- Strategi pro
- Play “keren” di highlight
- Masalahnya:
- Konteks game berbeda
- Level lawan tidak sama
- Tujuan permainan tidak identik
Meniru tanpa konteks = strategi salah sasaran.
Solusi: pahami mengapa sebuah play dilakukan, bukan sekadar bagaimana.
Tidak Mau Fold di Momen Sulit
Fold adalah seni, tapi pemula sering:
- Merasa fold itu kalah
- Terlalu penasaran
- Terikat emosi pada pot
Akibatnya, chip terkuras oleh hand yang seharusnya ditinggalkan.
Solusi: terima bahwa folding saves money. Pemain hebat justru dikenal karena fold yang tepat.
Bermain Terlalu Lama Tanpa Jeda
Poker online mudah membuat lupa waktu. Pemula sering:
- Bermain saat lelah
- Fokus menurun
- Keputusan makin dangkal
Kualitas permainan turun drastis, meski rasa “masih bisa” tetap ada. Solusi: batasi durasi sesi. Lebih baik sesi pendek, fokus tinggi daripada panjang tapi ceroboh.










Leave a Reply